LMS / Kelas Online
Bikin kelas online sendiri, upload video aman, undang peserta tanpa ribet daftar, dan pantau kemajuan belajar mereka dari satu tempat.
- 1
Apa itu LMS / Kelas Online?
LMS itu singkatan dari *Learning Management System*, gampangnya, tempat kamu bikin "sekolah online" sendiri di dalam SatuTim. Kalau biasanya kamu jualan kursus lewat Google Drive atau kirim video satu-satu lewat WhatsApp, di sini semuanya rapi dalam satu tempat.
Bayangkan susunannya seperti buku:
- Kelas = bukunya (misal "Belajar Jualan di Marketplace")
- Modul / Bab = bab-bab di dalam buku (misal "Bab 1: Persiapan Toko")
- Materi = isi halaman per halaman. Ada 3 jenis: Video, Artikel (tulisan), dan File (dokumen yang bisa diunduh peserta, misal PDF panduan)
Kamu sebagai instruktur mengisi kelas, lalu peserta belajar lewat portal khusus. Kemajuan belajar mereka kecatat otomatis. Jadi kamu tahu siapa yang sudah nonton sampai habis dan siapa yang belum mulai.
- Cocok untuk kursus berbayar, pelatihan karyawan, onboarding klien, atau materi internal tim
- Kamu nggak perlu jago teknis, semua diatur lewat klik-klik biasa, mirip nyusun folder
- 2
Cek dulu paketmu (penting sebelum mulai)
Fitur LMS punya batasan tergantung paket langgananmu. Cek dulu biar nggak kaget di tengah jalan:
- GRATIS, LMS masih terkunci. Kamu akan lihat ikon gembok dan tombol untuk upgrade. Belum bisa bikin kelas.
- PRO, mode COBA. Kamu boleh bikin maksimal 1 kelas, maksimal 3 materi, dan kuota video 30 menit total. Pas buat mencoba rasa fiturnya.
- BISNIS, mode penuh. Kelas dan materi tak terbatas, kuota video sampai 6.000 menit, plus bisa pakai domain sendiri untuk portal belajar.
Kalau kamu cuma mau coba-coba dulu, paket PRO sudah cukup. Tapi kalau serius mau jualan kursus atau melatih banyak orang, langsung ke BISNIS biar nggak mentok di batas.
Di paket PRO (mode Coba), kamu dibatasi 1 kelas, 3 materi, dan 30 menit video. Kalau materimu lebih banyak dari itu, upgrade ke BISNIS dulu sebelum mulai nyusun supaya nggak kepotong di tengah. - 3
Buka menu LMS / Kelas Online
Lihat ke sidebar kiri (daftar menu yang berjajar ke bawah). Cari dan klik item "LMS / Kelas Online".
Kalau ini pertama kalinya, area kanan akan tampil kosong dengan tulisan seperti "Kelas Anda" dan belum ada kelas apa pun. Itu normal, memang belum kamu isi. Halaman ini bakal jadi "rak buku" tempat semua kelasmu nanti berbaris.
- Kalau menunya nggak kelihatan, kemungkinan paketmu masih GRATIS, cek langkah soal paket di atas
- 4
Buat kelas pertamamu
Klik tombol "+ Kelas Baru" (biasanya di pojok kanan atas halaman LMS). Akan muncul kotak kecil yang minta kamu isi Judul kelas.
Kasih nama yang jelas dan mudah dimengerti calon peserta, misalnya:
- "Dasar-Dasar Desain Canva untuk Pemula"
- "Pelatihan SOP Kasir Toko Baru"
- "Onboarding Karyawan Baru, Minggu Pertama"
Setelah ketik judul, klik Simpan / Buat. Kelasmu langsung muncul di rak, masih kosong, siap diisi. Tenang, judul ini bisa diganti lagi nanti.
- Judul nggak usah panjang-panjang, yang penting orang langsung paham isi kelasnya
- 5
Atur informasi kelas
Klik kelas yang baru kamu buat untuk masuk ke panel pengaturan. Di sini kamu mengatur "sampul depan" kelasmu:
- Judul, bisa diubah lagi kapan saja
- Deskripsi, jelaskan singkat isi dan manfaat kelas, biar calon peserta tertarik
- Sampul / cover, gambar depan kelas (opsional, tapi bikin lebih menarik)
- Visibilitas, pilih siapa yang boleh lihat:
- Hanya Undangan = cuma orang yang kamu undang yang bisa masuk (cocok untuk kelas berbayar/internal)
- Publik = siapa saja yang punya tautan bisa daftar sendiri
- Status, Draft (masih disusun, belum kelihatan peserta) atau Terbit (sudah bisa diakses)
Untuk sekarang, biarkan dulu di Draft. Kita terbitkan nanti setelah materinya siap.
- Pilih "Hanya Undangan" kalau kelasnya berbayar, supaya hanya yang sudah kamu setujui yang bisa masuk
- Deskripsi yang baik menjawab: "Setelah ikut kelas ini, peserta bisa apa?"
- 6
Tambah Modul / Bab
Sekarang kita susun "daftar isi" kelasnya. Materi dikelompokkan dalam Modul (atau Bab) supaya rapi dan nggak campur aduk.
Klik tombol "+ Modul" lalu beri nama babnya, misalnya:
- "Bab 1: Pengenalan"
- "Bab 2: Langkah-Langkah Praktik"
- "Bab 3: Penutup & Sertifikat"
Kamu bisa bikin sebanyak yang dibutuhkan (kecuali di paket PRO yang dibatasi jumlah materinya). Tiap modul nantinya berisi beberapa materi. Anggap modul itu seperti map/folder, dan materi adalah berkas di dalamnya.
- Pecah materi panjang jadi beberapa bab pendek, peserta lebih gampang mencerna dan nggak mudah menyerah
- 7
Buat materi jenis Artikel (tulisan)
Materi paling sederhana adalah Artikel, isinya teks, mirip nulis di Word atau catatan.
Di dalam modul, klik "+ Materi" lalu pilih jenis Artikel. Materinya langsung terbuat di modul sebagai draft kosong, dan editornya terbuka: ada kolom judul, toolbar sederhana di atas (untuk menebalkan huruf, bikin daftar poin, judul, dll), dan area kosong untuk menulis di bawahnya.
Ganti judulnya sesuai isi, tulis materimu seperti biasa (penjelasan, langkah-langkah, atau rangkuman), lalu klik Simpan. Jangan kaget materinya muncul duluan sebelum kamu menulis, itu memang alurnya: dibuat dulu, diisi kemudian. Selama masih draft, peserta belum melihat apa-apa.
- Pakai poin-poin (bullet) dan judul kecil biar tulisan enak dibaca, bukan paragraf nyambung panjang
- Artikel cocok untuk teori, ringkasan, atau instruksi tertulis yang mudah di-scroll ulang peserta
- 8
Buat materi jenis File (dokumen unduhan)
Materi File dipakai kalau kamu mau membagikan dokumen yang bisa diunduh peserta, misal PDF panduan, template Excel, atau lembar kerja.
Klik "+ Materi" → pilih jenis File. Sama seperti artikel, materinya terbuat dulu sebagai draft, lalu di editornya ada kotak untuk mengunggah file. Pilih file dari komputer/HP-mu, tunggu sampai terunggah, lalu klik Simpan.
Nanti di sisi peserta, file ini muncul dengan tombol "Unduh". Yang belum terdaftar di kelas nggak bisa mengunduhnya (tombolnya terkunci), jadi materimu aman dari orang luar.
- Pas buat handout, worksheet, checklist, atau bahan baca tambahan
- Beri nama file yang jelas sebelum upload, misal "Panduan-Setup-Toko.pdf"
- 9
Buat materi jenis Video (yang AMAN dari pembajakan)
Ini bagian favorit banyak instruktur: video yang sulit dibajak.
Klik "+ Materi" → pilih jenis Video → pilih file video dari perangkatmu. Begini alur amannya, langkah demi langkah:
- Upload langsung dari browser, video naik langsung ke layanan video aman kami, tidak numpang lewat server biasa. Lebih cepat dan lebih aman.
- Disiapkan untuk streaming, video diputar bertahap (streaming), jadi cepat mulai dan bisa diloncat ke menit mana pun tanpa harus mengunduh seluruh berkasnya dulu.
- Diputar dengan pengaman berlapis:
- Tautan bertanda-tangan yang cepat kadaluarsa, link videonya nggak bisa disalin lalu dibagikan ke orang lain, karena cepat mati.
- Watermark identitas penonton, email/nama peserta muncul samar di atas video, jadi kalau ada yang nekat merekam, ketahuan siapa sumbernya.
- Tombol unduh biasa dimatikan, peserta nggak bisa download videonya lewat tombol normal.
Setelah upload selesai dan video terproses, materi video siap dipakai.
- Pengaman ini setara dengan yang dipakai Udemy atau Vimeo, kuat untuk mencegah bagi-link dan terlacak
Jujur ya: pengaman ini TIDAK bisa mencegah orang merekam layar pakai HP atau aplikasi lain (sama seperti platform mana pun di dunia). Yang ditangkal adalah bagi-link sembarangan dan unduh langsung. Selain itu, fitur video butuh admin mengaktifkan fitur video aman dulu, kalau belum aktif, akan muncul pesan "Video LMS belum dikonfigurasi". Itu normal, bukan error. - 10
Susun urutan & terbitkan kelas
Setelah semua materi masuk, rapikan urutannya. Tiap materi punya gagang seret (ikon titik-titik di sisi materi). Tahan lalu seret ke atas/bawah untuk mengatur urutan belajar, misal video pengantar di paling atas, latihan di bawah.
Kalau urutan sudah pas, geser saklar "Terbitkan" atau ubah status dari Draft → Terbit. Begitu terbit, kelas resmi "buka" dan bisa diakses peserta yang kamu undang.
Ingat: selama masih Draft, peserta belum bisa melihat apa-apa. Jadi kamu bebas mengutak-atik dulu sampai yakin.
- Cek sekali lagi dari atas ke bawah seakan kamu peserta baru, apakah alurnya masuk akal?
- Kamu tetap bisa menambah/mengubah materi setelah terbit; perubahan langsung terlihat peserta
- 11
Undang peserta (tanpa mereka perlu daftar akun)
Inilah enaknya: peserta nggak perlu repot bikin akun atau ingat password.
Cara mengundang:
- Kamu (instruktur) ketik email peserta di bagian undangan kelas, lalu kirim.
- Peserta dapat email berisi sebuah "tautan ajaib" (magic link), semacam kunci pintu sekali klik.
- Peserta tinggal klik tautan itu, dan langsung masuk ke portal belajar. Tanpa daftar, tanpa password.
Kalau kamu menyetel kelas jadi Publik, peserta juga bisa mendaftar sendiri lewat tautan kelas tanpa harus kamu undang satu per satu.
- Cara ini bikin peserta awam (yang nggak melek teknologi) tetap gampang masuk, cukup klik link di email
- Undang beberapa email sekaligus untuk kelas dengan banyak peserta
Ingatkan peserta untuk mengecek folder Spam/Promosi kalau email tautan ajaib belum masuk dalam beberapa menit. - 12
Bagikan tautan kelas (& pakai domain sendiri)
Tiap kelas punya Tautan Akses Peserta sendiri. Buka bagian bagikan, lalu klik tombol Salin untuk menyalin tautannya. Tautan ini bisa kamu kirim lewat WhatsApp, email, atau ditempel di mana saja.
Ada dua kemungkinan bentuk tautan:
- Paket biasa (PRO/BISNIS), tautan pakai alamat app.satutim.id
- Paket BISNIS dengan domain kustom, kalau kamu sudah menyiapkan domain sendiri, portal belajar bisa tampil di alamatmu, misal belajar.perusahaanmu.com. Lebih profesional dan terlihat seperti milikmu sendiri.
Pilih yang sesuai kebutuhan. Untuk mulai, tautan app.satutim.id sudah cukup.
- Domain kustom (belajar.perusahaanmu.com) butuh paket BISNIS dan domain yang sudah di-setup lebih dulu
- 13
Lihat pengalaman dari sisi peserta
Penasaran tampilan dari sisi peserta? Portal belajar mereka ada di alamat /belajar. Begini yang mereka lihat:
- Daftar materi di sisi kiri (video, artikel, file berurutan)
- Pemutar video atau isi artikel di bagian tengah
- Bar progress yang menunjukkan sudah sejauh mana mereka belajar
- Tombol "Materi selanjutnya" untuk lanjut ke bagian berikutnya
Yang paling membantu: kemajuan tersimpan otomatis. Kalau peserta berhenti di tengah lalu buka lagi besok, mereka bisa lanjut dari posisi terakhir, nggak perlu mengulang dari awal.
- Coba buka tautan kelas pakai email kamu sendiri untuk merasakan langsung pengalaman peserta
- 14
Pantau progress peserta
Sebagai instruktur, kamu bisa melihat siapa belajar sampai mana. Buka halaman progress kelas, dan kamu akan lihat daftar peserta lengkap dengan:
- Nama peserta
- Bar persen kemajuan mereka (misal 40% berarti baru separuh jalan)
- Status, Selesai (sudah tuntas semua materi) atau Belum
Dari sini kamu tahu siapa yang aktif, siapa yang perlu diingatkan, dan kelas mana yang banyak ditinggal di tengah. Data ini berguna untuk follow-up peserta atau memperbaiki materi yang sering bikin orang berhenti.
- Peserta yang macet di materi yang sama biasanya tanda materi itu terlalu sulit atau membingungkan, pertimbangkan dipecah
- Kombinasikan dengan fitur Follow-up Task untuk mengingatkan peserta yang belum mulai
- 15
Bikin kuis & nilai otomatis
Mau memastikan peserta benar-benar paham, bukan cuma nonton sambil lalu? Tambahkan Kuis, semacam ulangan kecil yang dinilai sendiri oleh sistem, tanpa kamu perlu mengoreksi satu per satu.
Caranya sama seperti menambah materi lain: di dalam modul, klik "+ Materi" lalu pilih jenis Kuis. Setelah itu kamu tinggal menambah soal. Ada beberapa jenis soal yang bisa dipakai:
- Pilihan ganda (1 jawaban), peserta pilih satu yang benar
- Pilihan ganda (banyak jawaban), boleh ada lebih dari satu jawaban benar
- Benar / Salah, soal cepat dua pilihan
- Isian singkat, peserta mengetik jawaban pendek
Untuk tiap soal, kamu cukup menandai mana jawaban yang benar. Itu saja, nanti sistem yang mencocokkan jawaban peserta secara otomatis.
Sebelum disimpan, atur beberapa hal di pengaturan kuis:
- Nilai Lulus (%), batas minimal lulus, misal 70%
- Batas waktu, berapa menit peserta boleh mengerjakan (opsional)
- Acak soal, urutan soal diaduk tiap peserta, biar nggak gampang saling contek
- Maks percobaan, berapa kali boleh mengulang kalau gagal
- Wajib lulus untuk lanjut, kalau dinyalakan, peserta nggak bisa buka materi berikutnya sebelum lulus kuis ini
Saat peserta mengerjakan, begitu selesai mereka langsung lihat skor, status lulus atau gagal, dan pembahasan jawaban yang benar. Kalau gagal tapi masih punya sisa percobaan, mereka boleh mengulang. Dan kabar baiknya: begitu lulus, materi kuis otomatis dianggap selesai, ikut menambah progress belajar mereka.
- Pakai "Acak soal" untuk kelas berbayar atau ujian penting biar lebih sulit dicontek
- Nyalakan "Wajib lulus untuk lanjut" kalau materi berikutnya benar-benar bergantung pada pemahaman kuis ini
- Tulis pembahasan yang jelas di soal, peserta belajar paling banyak justru saat melihat kenapa jawabannya salah
Jangan set "Maks percobaan" jadi 1 kalau kuisnya susah, peserta yang sekali gagal bisa langsung terkunci dan frustrasi. Untuk latihan, beri 2-3 kali percobaan supaya mereka belajar dari kesalahan. - 16
Sertifikat kelulusan otomatis
Peserta senang kalau usaha belajarnya diakui. Dengan fitur Sertifikat, tiap orang yang menyelesaikan kelasmu otomatis dapat sertifikat resmi, tanpa kamu perlu bikin dan kirim manual satu-satu.
Cara menyalakannya gampang: masuk ke pengaturan kelas, lalu hidupkan toggle "Sertifikat kelulusan". Sudah, itu saja persiapannya.
Setelah itu, ketika peserta sudah menyelesaikan 100% materi di kelas, sertifikatnya terbit otomatis. Sertifikat ini punya beberapa keunggulan:
- Nomor seri unik, tiap sertifikat punya kode sendiri, jadi tidak bisa dipalsukan sembarangan
- Halaman verifikasi publik, ada halaman web khusus yang bisa dibuka siapa saja untuk mengecek bahwa sertifikat itu asli (misal calon pemberi kerja yang mau memastikan)
- Bisa diunduh jadi PDF, peserta tinggal klik unduh/print untuk menyimpan atau mencetaknya
- Bisa dibagikan ke LinkedIn, ada tombol untuk langsung memajang sertifikat di profil LinkedIn mereka
Jadi sertifikat ini bukan sekadar gambar, ia benar-benar bisa dibuktikan keasliannya oleh pihak luar.
- Sertifikat bikin kelas berbayarmu terasa lebih bernilai, banyak peserta ikut kursus justru demi sertifikatnya
- Karena terbit otomatis di 100%, pastikan semua materi wajib memang harus diselesaikan (termasuk lulus kuis kalau ada)
- 17
Pantau lewat dashboard analitik
Selain melihat progress per peserta, kamu bisa melihat gambaran besar kesehatan kelasmu lewat Analitik. Klik tombol "Analitik" di halaman kelas, dan kamu akan dapat semacam "dashboard rapor" kelas.
Yang bisa kamu lihat di sini:
- % Penyelesaian kelas, rata-rata seberapa jauh seluruh peserta sudah belajar
- Engagement materi, materi mana yang paling banyak ditonton/dibuka, dan mana yang paling sepi. Berguna untuk tahu bagian favorit dan bagian yang diabaikan.
- Funnel drop-off, di materi mana peserta paling banyak berhenti. Anggap ini seperti melihat di tikungan mana orang-orang menyerah, biar kamu bisa memperbaikinya.
- Daftar peserta + progress masing-masing, lengkap dalam satu tabel
- Ekspor ke Excel/CSV, tinggal klik untuk mengunduh semua data ini jadi file spreadsheet, enak buat laporan atau diolah lebih lanjut
Dengan data ini kamu nggak perlu menebak-nebak, kamu tahu persis bagian mana yang perlu diperbaiki.
- Kalau banyak peserta berhenti di materi yang sama (drop-off tinggi), itu sinyal materi itu terlalu panjang atau membingungkan, pecah atau perjelas
- Ekspor ke Excel cocok buat lampiran laporan ke atasan atau klien yang membiayai pelatihan
- 18
Jadwal rilis, pengingat & subtitle
Tiga fitur tambahan yang bikin kelasmu lebih profesional dan ramah peserta:
1. Rilis bertahap (Drip), kadang kamu nggak mau peserta langsung melahap semua materi dalam sehari. Nyalakan "Rilis bertahap", lalu untuk tiap bab atur "Buka setelah N hari". Misal Bab 2 di-set "buka setelah 7 hari", berarti peserta baru bisa mengaksesnya seminggu setelah mereka mendaftar. Sebelum waktunya, bab itu terkunci otomatis. Cocok untuk kelas yang ingin dijalani bertahap, bukan diborong sekaligus.
2. Pengingat otomatis (Reminder), sistem otomatis mengirim email pengingat ke peserta yang sudah lama nggak melanjutkan belajar. Jadi peserta yang mulai lupa akan "dicolek" sendiri oleh sistem, tanpa kamu harus mengirim chat satu per satu.
3. Subtitle video (Caption), mau videomu ada teks terjemahan/transkrip di bawahnya? Buka materi video, lalu unggah file teks `.vtt` (format khusus subtitle). Setelah terunggah, subtitle otomatis muncul di pemutar video peserta. Bagus untuk aksesibilitas (peserta yang menonton tanpa suara, atau yang kesulitan mendengar).
- Drip "buka setelah N hari" cocok untuk program pelatihan yang sengaja dibuat berjenjang, misal "tantangan 30 hari"
- Reminder otomatis sangat membantu menurunkan peserta yang berhenti di tengah jalan, nyalakan untuk kelas berbayar
- File .vtt bisa dibuat gratis lewat banyak alat online, atau diekspor dari hasil transkrip otomatis
Hati-hati dengan jeda Drip yang terlalu lama, kalau jarak antar bab berhari-hari, sebagian peserta bisa lupa dan tidak kembali. Imbangi selalu dengan Reminder otomatis supaya mereka diingatkan saat babnya terbuka. - 19
Tips ringkas & masalah yang sering muncul
Beberapa hal yang sering ditanyakan pemula, biar kamu nggak panik:
- "Video LMS belum dikonfigurasi" saat upload video, ini bukan error/rusak. Artinya fitur video aman belum diaktifkan oleh admin workspace. Minta admin mengaktifkannya dulu, lalu coba upload lagi.
- Mentok di batas paket, kalau muncul peringatan tidak bisa menambah kelas/materi atau kuota video habis, itu batas paket PRO (mode Coba): 1 kelas, 3 materi, 30 menit video. Upgrade ke BISNIS untuk tak terbatas.
- Peserta bilang nggak bisa masuk, pastikan kelas sudah berstatus Terbit (bukan Draft), dan minta mereka cek folder Spam untuk email tautan ajaib.
- Mau ganti urutan/materi setelah terbit, boleh banget, perubahan langsung kelihatan di sisi peserta tanpa perlu menerbitkan ulang.
Selamat! Kamu sekarang punya kelas online sendiri yang rapi, aman, dan gampang diakses peserta.
- Mulai kecil: 1 kelas dengan 3-5 materi inti dulu, baru kembangkan setelah peserta mulai masuk
- Susun materi dari yang paling penting di atas, peserta sering berhenti sebelum selesai
Sebelum jualan kelas berbayar, lakukan uji coba dulu: undang 1-2 orang terpercaya, minta mereka belajar dari awal sampai akhir, dan pastikan video, artikel, dan file semuanya terbuka normal di sisi peserta.